Seumpama dari fork, masih menggunakan teleskopik konservatif dengan diameter 43 mm. Tanpa ada penataan apa saja. Travelnya pendek, 125 mm. Ada kekuatan mentok waktu betul-betul diceburkan ke medan berbatu. Ditambah lagi waktu berjalan kuat. Swing arm tunggal paralever belakang didukung central shock ber-travel 140 mm. Untungnya fully adjustable.

Formasi ban condong kecil. Di muka kenakan ukuran 19 inci, profile 120/70. Belakangnya 17 inci 170/60. Walau saling berkontur kasar, tetapi ground clearance tidak demikian tinggi. Dengan cara kasat mata dapat ditebak, kompetensi offroad belum se-advance TriumphTetapi kepentingan penahan pergerakan, kira-kira sepantar. Vendornya saling Brembo. Ukuran dua cakram depan juga 320 mm, diapit kaliper empat piston semasing. Sesaat belakangnya 265 mm dijepit kaliper piston ganda. ABS dua kanal, tentu saja jadi piranti standard. Tetapi tidak disebutkan ada sensor cornering.

BMW kelihatannya begitu dalam berpedoman ide heritage. Hingga, tidak punyai feature hebat benar-benar. Walau sebenarnya lawannya dari Inggris dapat menjaga nuansa classic. Dengan cara bertepatan lengkapi amunisi elektronik dengan cara maksimal.

Dari tempat kokpit contohnya, presentasi Triumph termasuk kekinian. Semua data disaji melalui monitor TFT. Didalamnya jelas komplet, berkaitan info esensial sampai selingan. Disana Anda dapat mengendalikan cruise control, skema navigasi, dan beberapa pengoperasian gawai. Lengkap.

Proses ride-by-wire membuat dapat mempunyai riding model. Keseluruhan ada enam pilihan: Road, Rain, Sport, Offroad, Offroad Pro, dan Rider-Configurable. Semasing mengganti tanggapan bukaan gas. Berikut sesuaikan sensitivitas kontrol traksi serta ABS. Gampang sesuai medan.

R nineT Scrambler, tampil demikian simpel. Panel instrumennya masih didominasi analog – walau dengan cara estetika memang enak disaksikan. Kental nuansa usang. Tetapi bagaimana juga, mempertaruhkan banyak peranan elektronik bukan inspirasi bagus di motor semahal ini. Serta Automatic Stability Control (ASC) yang kerja seperti kontrol traksi masih berbentuk opsional.

error: Content is protected !!