Benar, DFSK Glory i-Auto memang urban SUV. Tetapi rasa-rasanya kurang afdal jika mengetes kapabiltas mobil cuma di kota saja. Karena itu road tes kesempatan ini ajaknya berkelana ke beberapa lanscape jalanan dengan keseluruhan jarak seputar 700 km. Titik permulaan dari Jakarta ke arah beberapa tujuan rekreasi. Seperti danau kapur di Margasari dan pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal. Serta ada fakta mengapa beranjangsana di tempat itu.

Ya, bukan memakai bahasa Indonesia seperti WIND punya Almaz. Dengan cara personal, perlu waktu beberapa menit saat melafalkan perintah suara sampai peranan atau feature kerja maksimal. Diawalnya memang senang-senang saja menjajal i-Talk. Tetapi makin lama berasa bertambah ringkas memencet tombol sendiri. Contoh menaikan temperatur udara, angkat telephone serta putar musik. Cuma perlu satu detik aktifkan itu semua, daripada harus gunakan perintah suara. Terkecuali waktu Anda bergerak di jalanan serta ingin buka sunroof. Baru voice command berasa menolong. Soalnya kita dapat terus konsentrasi mengemudi tanpa ada mendongak ke atas cari tombol.

Dia mempunyai panjang 4.700 mm, lebar 1.845 mm, tinggi 1.715 mm serta wheelbase 2.780 mm. Sedang Wuling Almaz sedikit bertambah kecil. Dimensinya 4.655 mm x 1.835 mm x 1.760 mm, dan sumbu roda 2.750 mm. Baris ke-2 memang berasa lega, serta jok dapat digeser dengan masih bersepakat pada penghuni paling belakang. Mengatur agar semua kebagian ruangan kaki.

Dengan tinggi penguji 175 cm, sayang bangku baris tengah berasa kurang menyokong sisi paha. Tidak selama di tempak duduk depan. Hingga jika dibawa pelesiran jauh relatif mudah lelah, walaupun suspensi mengayun lembut. Lantas kekurangan lain di kabin, gorden sunroof tipis. Jadi saat kendaraan meluncur di bawah sinar matahari, perlu pendinginan lebih dari situasi normal. Berarti performa mesin jua turut tinggi, gerakkan kompresor AC.

error: Content is protected !!