Sepemahaman saya, bila memakai Harley-Davidson semasa 2 hari, karena itu telinga akan terngiang dengan suara mesin v-twin yang meraung. Tetapi rupanya saya sedikit tahu, jika perform motor sekecil ini yang kesetanan, dapat benar-benar memesona. Selama jalan, saya cuma dapat mengumpat dengan semua pilihan kata beberapa kata kotor yang sempat tidak menyengaja saya mengeluarkan, bersamaan dengan kecepatan yang tidak sempat berkurang. Saya betul-betul tidak pernah meluncur ke kecepatan 100 kpj dalam tempo sesingkat itu tidak hanya di atas motor Harley-Davidson, tetapi dalam mobil sekali juga. Berikut tatap muka pertama saya dengan LiveWire, motor Harley yang minimal Harley.

Project paling berambisi Harley-Davidson selama hidup, usai seputar tahun kemarin waktu Live-Wire versus produksi dikeluarkan. Bagaimana tidak, merek ini sampai mengganti slogan perusahaannya jadi “More Roads to Harley-Davidson,” dengan LiveWire untuk permata mahkotanya. Mengapa tidak? Toh sejauh ini Harley tetap sukses menyediakan beberapa motor di luar batas ekspetasi. Serta mereka jadi salah satunya merek terkenal yang berani masuk ke pasar motor elektrik. Misi mereka diobral tidak untuk membuat motor paling cepat atau punyai handling paling baik melalui mode ini, tetapi untuk memberikan sedikit kisi-kisi jika inilah Harley-Davidson di hari esok.

Di India, motor elektrik dengan perform paling baik yang sempat kami coba ialah Ather 450X. Perintisnya, 450 punyai perform yang cukup untuk motor listrik. Sesaat, model Warp 450X, menyediakan sensasi yang -kalau bisa saya bilang- kocak. Toh, Ather 450X tetap skuter, kecepattan paling tingginya diset cuma 80 kpj. Saat dapat capai 80 kpj dalam tempo 10 detik, benar-benar dapat dipahami.

error: Content is protected !!