Evolusi design mobil berubah demikian cepat. Bukan lagi sebatas pemanja mata, tetapi telah pikirkan tehnis tidak kasat mata. Rancang design mobil saat ini tidak cuma tercipta dari sketsa di atas kertas. Tetapi harus juga lulus ujian berat menantang terowongan angin. Tanpa ada diakui, pabrikasi sama-sama berlomba-lomba membuat mobil paling aerodinamis membelah udara.

Dasar itu bisa disaksikan dari nilai koefisien kendala atau drag coefficient. Adalah besaran dimensi untuk menghitung style halang dari objek dalam lingkungan fluida seputar. Dalam jalinan dengan mobil, udara paling diakui. Semakin kecil angka drag coefficient (Cd) dibuat, bermakna paling minim mendapatkan kendala udara di seputar body.

Yang menarik, asumsi jika supercar dikatakan sebagai mobil paling licin membelah angin ialah salah. Piranti aerodinamika komplet dari mulai lip spoiler, diffuser sampai sayap besar tidak jamin nilai Cd kecil. Misalnya McLaren P1 dengan Cd 0,34, Porsche 918 Spyder 0,36, Ferrari LaFerrari 0,30 serta Bugatti Chiron 0,36. Semuanya kalah jauh dari sedan solid Mercedes-Benz A-Class.

Malah mobil penumpang biasa dapat tunjukkan perolehan eksperimen design paling baik. Khasnya lagi, tipe sedan paling menguasai. Berikut 10 mobil paling aerodinamis dari muka bumi yang ada di pasar Indonesia.

Walau berbodi bongsor, S-Class W222 mahir membelah angin. Hasil dari pengetesan, angka drag coefficient tertera hanya 0,24. Cukup membuatnya tolok ukur di kelas sedan eksklusif. Apron depan paling bisa perhatian serta sesuai dengan spoiler belakang. Saluran udara yang melalui grille diatur seefisien kemungkinan, tidak untuk pendinginan saja.

 

error: Content is protected !!